Skip navigation

Setelah menjalankan perjalan panjang dan lama seperti mudik, proses kuras tangki menjadi langkah yang bisa dilakukan. Pasalnya kualitas bensin di daerah atau di desa agak meragukan. Kemungkinan tercampur air sangat besar.

“Harus diakui kadang bensin di daerah itu bercampur air, apalagi jika pernah terpaksa mengisi di eceran pinggir jalan. Enggak jamin deh kemurniannya,” kata Bedjo, kepala mekanik Jakarta Honda Center (JHC) di Jl. Dewi Sartika, Jakarta Timur.

Karena itu kegiatan untuk menguras tangki tadi sangat dianjurkan. “Apalagi itu bisa dikerjakan sendiri, enggak harus ke bengkel,” lanjutnya.

Langkah pertama adalah melepaskan tangki dari rangka. Saat ini perhatikan dudukannya, jangan sampai patah. Setelah itu bensin yang masih ada ditumpahkan atau ditampung pada wadah atau ember yang sudah disediakan.

Setelah bensin terkuras abis maka masukkan air yang sudah dicampur detergen dan kelereng atau batu apung. Kok pakai kelereng? Fungsi gundu atau batu apung tadi adalah untuk mengelupas endapan lumpur dan kerak yang ada di bagian dalam. Oh ya, airnya tadi cukup 1/3 ukuran tangki.

Setelah itu keringkan tangki dengan membuka tutup atas dan lubang keran. Jika dirasa masih ada air tersisa di keran tadi, maka bisa disedot menggunakan suntikan kecil atau yang biasa digunakan untuk tinta printer.

Posisi menjemurnya dengan lubang tangki menghadap ke bawah. Proses penjemuran ini bisa memakan waktu sampai 4 jam agar betul-betul kering. Sambil menunggu tangki kering bisa juga membersihkan keran dengan cara menyikatnya menggunakan sikat gigi bekas.

Untuk memastikan sudah tidak ada air lagi bisa dengan meniup udara bertekanan ke bagian atas. Jika di lubang keran keluar hawa dingin maka artinya masih ada air yang tersisa.

“Jangan pernah mencoba mengeringkannya dengan cara mengelap sebab bisa saja ada rontokan kain yang tertinggal dan menyebabkan endapan baru,” kata mekanik jangkung ini. Apalagi menggunakan tisu atau kertas, lebih tidak direkomendasikan lagi.

Biar tangki awet, proses ini bisa dilakukan setahun sekali.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: