Skip navigation

Pernah ada kajian mengenai penggunaan helm. Hasilnya, lebih dari 95 persen pengendara sudah menggunakan pelindung kepala itu. Syukur, deh! Namun ada tapinya. Kalau diteliti lebih lanjut, banyak yang menggunakan helm tapi aplikasinya tidak tepat. Misalnya, pemasangan yang tidak pas, helm tidak diklik alias dikunci. Malah ada yang digantung atau dipegang karena tidak ada Mr. Police. Berikut foto yang bicara

LEBIH SAYANG HELM

2343safety-helmet_endro1.jpgMbak yang jadi boncenger ini lebih sayang helm ketimbang kepalanya. Mungkin takut, kalau terus digunakan helm ini bakal rusak.

Padahal, kalau melihat pengendara di depannya top banget. Pakai helm dengan sempurna. Diklik alias dikunci.

Terlebih lagi pengendaranya juga menggunakan jaket dan sarung tangan. Lain kali, si abang mengingatkan boncengernya agar lebih patuh menggunakan peranti safety tentang itu.
2344safety-helmet_endro2.jpg

KEGERAHAN

Menggunakan helm fullface memang punya kendala sendiri. Ada beberapa orang yang merasa kurang nyaman. Paling sering merasa gerah.

Seperti nampak di foto ini. Entah karena abis kena macet yang bikin panas, pengendara ini tidak pas mengenakan pelindung ndase. Posisi helm tidak sempurna masuk ke dalam kepala.

Duh! Andai lagi sial dan gedubrak, niscaya helm ini tidak maksimal melindungi batok kepala pengendara..

Sayang kan!

SANG RAPPER

2345safety-helmet_endro3.jpgGaya rapper dengan jaket bertutup kepala memang keren. Itu kalau dipakai ke mal atau nonton konser musik. Bisa juga sewaktu lagi kena panas jalan kaki atau nonton balap.

Kalau naik motor, gaya yang keren itu pakai perlengkapan safety seperti helm, sarung tangan, jaket dan sepatu yang sesuai kaidah safety riding. Ayo, walau nyemplak dalam jarak dekat, berkendara dipastikan bakal lebih keren dengan jaket dan helm.

Percaya deh!
2346safety-helmet_endro4.jpg

TANPA KLIK

Coba perhatikan, apa yang salah dari penggunaan helm pengendara ini? Betul! Doi tidak mengkunci alias ngeklik helm.

Kepolisian nggak pernah bosan mengingatkan lewat beberapa spanduk di jalan raya: Jangan Lupa Klik Helm Anda’.

Tujuannya jelas. Yakni, sebagai langkah preventif, jika jatuh helm masih tetap berada di posisinya dan juga melindungi dengan maksimal.

NEKAD!

2347safety-helmet_endro5.jpgBikers ini tergolong nekad. Beberapa pasal dilanggar ketiganya sekaligus. Hebat, ya! Makanya, kasih tepok tangan dulu!

Pertama, motor dipakai untuk boncengan dua tiga orang. Ketiganya juga tidak menggunakan pelindung kepala saat berkendara di jalan raya. Ada satu helm, tapi dibiarkan nyantol di ujung jok.

Ayo, gunakan peranti keselamatan. Masa depan ente dipastikan jauh lebih bagus kalau pakai helm.


Gak bisa dipungkiri lagi kalau Headlamp Halogen model H4 yang banyak digunakan pada mobil memiliki pancaran sinar yang cukup baik. Belum lagi di toko-toko onderdil bahkan supermarket menjual lampu model H4 ini dengan berbagai jenis karakter sinar dan warnanya.

Bagaimana jika lampu H4 digunakan pada sepeda motor? hmm… menarik juga ya.

OKE, kita coba terapkan di motor Honda Tiger2000 !

Motor Tiger2000 dalam keadaan standard sudah mengaplikasi lampu model bulat dgn lebar 7” dengan besaran watt 30/35W dan reflector model diamond cut, lampu standar ini dirasa mempunyai beberapa kekurangan:

1. harga lampu yang sangat mahal (harga diatas 100,000 rupiah!!) dimana toko yang menjual pun masih jarang, hal ini akan menyulitkan apabila kita sedang jalan ke luar kota dan tiba-tiba lampu mati.

2. reflector dan kaca depan yang terbuat dari plastic, ini akan rentan goresan yang dalam pemakaian jangka panjang akan cepat menjadi buram

Nah, dengan kekurangan yang didapat diatas, maka lampu tiger2000 dimodifikasi untuk memakai lampu yang mudah dipakai dan juga model reflector yang lebih bagus, dimana perubahan yang perlu dilakukan:

1. merubah lampu menjadi model H4, lampu model ini sangat banyak modelnya di pasaran dan dapat dengan mudah didapat dengan harga mulai dari 15,000 rupiah

2. merubah reflector yang terbuat dari logam dan kaca reflector dari kaca, hal ini supaya bagian depan reflector tahan goresan dan reflector dari logam untuk menghindari reflector buram (dalam jangka panjang)

Mari kita mulai..

Persiapan spare part pengganti:

Lampu H4, model lampu H4 yang akan dipakai bisa tergantung selera pengendara.

Reflector yang ukurannya sama dengan reflektor asli tiger2000 (lebar 7″), saran utk pemakaian reflektor gunakan merek hella, selain reflrktor terbuat dr logam juga permukaan depan terbuat dari kaca, reflektor ini sudah menyediakan dudukan buat lampu kecil/lampu senja.

Capacitor, atau:

Apabila mau dipasang capacitor maka yang harus disediakan adalah connector utk lampu H4 (1) dan connector utk menyambung ke kabel lampu original tiger (3), selain tentunya capacitor utk lampu yang saat ini tersedia di pasaran dgn merek wurth (2).
Untuk tahapan pekerjaan yang harus dilakukan di dalam dokumentasi ini akan dipakai capacitor, untuk pemasangan atau modifikasi dengan menggunakan relay, penulis hanya memberikan diagram pemasangan kelistrikan

Relay beserta terminal kabel dan terminal untuk sekering:

Apabila ingin memakai relay, maka setidaknya diperlukan 3 buah relay, dimana 2 relay adalah relay 4pin dan 1 relay adalah relay 5pin.

Kenapa harus menggunakan 3 relay?
Relay kaki 4 sebanyak 2 buah akan dipakai untuk lampu H4 (lowbeam dan high beam) sementara relay ketiga (5pin) dipakai utk memastikan hanya 1 filamen yang akan aktif pada satu saat (hal ini terjadi apabila kita mengaktifkan tombol “pass” pada saat lampu low beam sedang aktif, dalam keadaan system kelistrikan standard maka kedua filamen akan aktif dimana hal ini tidak disarankan selain lampu dan reflector menjadi panas juga konsumsi battere akan cepat habis mengingat 1 filamen lampu H4 konsumsi watt minimum adalah 55 watt, dalam keadaan 2 filamen menyala maka setidaknya ada 110watt power terpakai)

Berikut adalah tahapan yang dikerjakan:

Langkah-01:
Membuka/membongkar reflector, untuk membukanya baud pengunci reflector yang jumlahnya ada buah harus kita lepaskan dahulu, siapkan sebuah obeng (+), lokasi baud ada 2 di sebelah kiri dan kanan reflector.

Langkah-02:
Setelah kedua baud dilepas, maka cabutlah konektor kabel lampu (lampu headlam dan lampu senja/lampu kecil) yang menghubungkan konektor original ke jalur listrik di belakang reflector, kemudian pekerjaan berikutnya adalah Membuka/membongkar part reflector, lepaskan reflector dari ring reflector dengan melepas snap rings pengunci (ada 3 buah)

Langkah-03:
Supaya ring reflector lama tidak rusak dan bisa dipakai kembali di suatu saat, sebaiknya beli ring reflector yang baru kemudian dimodifikasi.
Modifikasi yang dilakukan adalah merubah posisi plat pengunci reflector asli untuk dilipat karena reflektor after market pada umumnya tidak mempunyai pengunci di reflector sama seperti reflector asli tiger2000.

Pekerjaan yang dilakukan:
1. siapkan lap yang agak tebal untuk alas
2. siapkan palu dan tang/plier yang ujungnya lancip
3. siapkan alas lap, kemudian bengkok-kan plat pengunci ke arah atas, untuk meratakan posisi plat pakai palu, alas lap berguna utk melindungi ring reflector bagian luar supaya tdk tergores/rusak pd saat kita melipat plat pengunci dengan memakai palu
4. pastikan posisi plat pengunci lurus keatas dgn rapih

Langkah-04:
Tandai refleltor lampu di bagian belakang untuk posisi “TOP” atau posisi bagian atas, hal ini untuk memudahkan install reflektor di ring reflector yang sudah dimodikasi sebelumnya.

Pekerjaan yang dilakukan:
1. tandai posisi “TOP” di reflektor lampu yang baru
2. pasang reflector di ring reflector perhatikan posisi “TOP” harus berada tepat dibawah posisi plat pengunci reflektor yang sebelumnya sudah kita modifikasi
3. pastikan posisi kedudukan reflektor pas di ring reflektor

Langkah-05:
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang tepat, pekerjaan berikutnya adalah memasang snap ring atau pengunci reflector, jumlah ring ada 3 buah sebaiknya dipasang dengan jarak yang sama, hal ini untuk menjamin reflektor menempel di ring reflector dengan baik dan kokoh

Langkah-06:
Setelah posisi reflrktor dipastikan berada di posisi yang pas kemudian langkah berikutnya adalah:
1. pasang lampu H4 di posisinya  1
2. pasang lampu kecil/lampu senja di posisinya  2
3. kabel utk lampu kecil harus dikeluarkan lewat lubang kabel  4
4. pasang cover karet sampai posisi yang pas (lihat di gambar, posisi permukaan karet sejajar dgn permukaan lampu H4)

sampai dengan tahapan ini, pastikan semua part sudah terpasang rapih di tempatnya, karena tahapan selanjutnya adalah memasang refllektor yang baru ini ke motor.



Keterangan foto:
1. lampu H4
2. colokan untuk lampu kecil/lampu senja
3. cover reflektor untuk melindungi dari air
4. lubang utk kabel lampu kecil

Langkah-07:
Sebelum pasang reflector, pasang dahulu capacitor ke kelistrikan std tiger spt contoh digambar.

Kabel warna biru (1) adalah utk high beam, kabel warna putih (2) utk lowbeam dan kabel warna hijau (3) adalah utk ground.

Langkah-08:
Sambungkan colokan utk lampu kecil juga lambu H4 ke reflektor yang baru kemudian pasang reflektor di kedudukannya kemudian pasang kembali kedua buah baut pengunci refllektor spt yang sebelumnya sudah diterangkan di tahap-01, setelah terpasang pastikan semua lampu berjalan dgn semestinya dan kelistrikan tdk terganggu.

https://i0.wp.com/3.bp.blogspot.com/_BRTpoN3abSw/SSea2X5QazI/AAAAAAAAAFU/ezWNZVFKvCc/s400/lampu_kijang+di+tiger.gif

Fiuufh…. selesai dah..

684mis-smash-gt-1.jpgGagal pindah persneling atau miss waktu mesin digeber, kerap menghantui penunggang Suzuki Smash. Gejalanya, meski tangkai persneling sudah mantap ditekan, posisi gigi di girboks nggak mau pindah. Kalaupun mau, kadang posisi lampu panel spido mau loncat ke gigi berikutnya. Iiihh.., ngeri.

Contoh pengguna Smash yang alami itu adalah Rahari Pengestu. Saking parahnya, bapak satu anak sering turun rpm sampai habis kalau mau pindah gigi dari 1 ke 2 dan seterusnya.

“Kalau rpm masih tinggi biasanya susah pindah gigi. Meski tuas persneling sudah ditekan. Lucunya, posisi lampu penseling di panel mau maju ke posisi seterusnya. Takut giginya rontok,” beber warga Bumi Seprong Damai, Tangerang, Banten itu.

DIJAWAB WALUYO685mis-smash-gt-2.jpg

Untungnya Hari sapaan karib Rahari kenal sama Waluyo mekanik Xelon Motor di Jl. H. Mochtar Raya, Petukangan Utara, Jakarta Selatan. Kebetulan juga doi sering atasi perneling miss di Smash dari model lama sampai baru. Makanya problem Hari dijawab Waluyo.

Analisis Waluyo, katanya persoalan ini ada pada coakan (lubang pengait) di lengan penggeser posisi drum pemidah gigi terlalu sempit. Lalu lekukan gigi matahari penahan posisi drum terlalu landai, pegas stopper dan per lengan penggesar sudah mulai lemah (gbr. 1).

686mis-smash-gt-3.jpg“Nah, kalau coakan lengan penggeser drum pemidah gigi terlalu sempit, biasanya putaran drum penggeser gigi girboks jadi berlebihan. Wajar aja kalau posisi gigi seperti susah pindah dan lampu gear kayak mau maju lebih satu,” lanjut bapak 2 anak ini.

Parahnya lagi kalau lekukan gigi matahari terlalu landai dan pegas stopper mulai lemah. Karena stopper tidak kuat menahan, terkadang posisi drum pemindah gigi jadi ngambang alias posisi gigi jadi nggak maksimal pada tempatnya.

Mengatasinya, Waluyo tidak harus pergi ke tukang bubut. 687mis-smash-gt-4.jpgSebab hanya bermodalkan gerinda dan kikir, persoalan dapat segera teratasi. Salah satunya dengan menggerinda setiap coakan agar lebih lebar sekitar 0,5 mm di kanan-kiri (gbr. 2).

“Tujuannya agar tangkai pengait tidak terlalu banyak memutar posisi drum girboks dan kembali pada posisi semula. Tak hanya itu, lekukan pada gigi matahari pun dibuat lebih dalam agar drum pemindah gigi lebih mantap di posisi (gbr. 3),” imbuh Waluyo.

Supaya tekanan tuas persneling tidak lemas, Waluyo juga kasih saran agar mengganti pegas lengan penggeser baru. Sementara untuk pegas stopper, cukup pindah posisi pengaitnya dari lubang ke tangkai stoper (gbr. 4). Silakan dibuktikan.

2720rasio-bunyi-dvd-1.jpgSobat dengar bunyi aneh di sekitar rumah CVT nggak? Terutama, di sekitar girboks. Ya, bunyinya mendengung macam lebah sedang terbang. Ngung…ngung…ngung. Nah, kalau dengar suara seperti itu, boleh waspada tuh! Hal itu, bisa saja disebabkan karena rasio bermasalah.

Begitunya enggak ada salahnya kalau segera melakukan pengecekan di bagian girboks. “Bisa saja karena putaran 2721rasio-bunyi-dvd-2.jpgantar gigi rasio ketemunya tidak sempurna,” ujar Nuraimin alias Boday, salah satu mekanik JP Racing Bintaro di Jl. Cendrawasih, No. 6E-F, Kp. Sawah, Ciputat, Tangerang.

Menurutnya, kejadian ini bisa disebabkan oleh laher girboks yang aus (gbr. 1). Karena laher itu tak lagi memutar sempurna, maka pertemuan antar laher jadi tidak center. Nah, kondisi ini yang bikin timbulnya suara alias dengung.

2722rasio-bunyi-dvd-3.jpgJika benar masalah di laher, baiknya sobat cepat ganti part itu. Caranya, memang butuh teknik khusus sih. Cara pertama, las baut ukuran 10 mm di laher itu (gbr. 2). Lasnya, secukupnya saja. Karena cara ini hanya sebatas untuk menarik laher dengan traker atau baut khusus.2723rasio-bunyi-dvd-4.jpg

Jika sudah, cabut atau angkat laher aus tersebut dengan tracker yang sudah disiapkan (gbr. 3). Tentunya, dengan cara mengencangkan mur pada baut yang sudah di las di laher. Perlahan laher terangkat.

Kenapa disarankan untuk cepat ganti jika laher bermasalah atau aus? Sebab jika tidak, permasalahan akan merembet ke bagian rasio itu sendiri.

Ya, rasio juga bisa ikut termakan (gbr. 4). Dengan pertemuan yang tak center, maka friksi di rasio juga akan jadi lebih besar. Biaya perbaikan juga jadi lebih besar lagi. Ayo diganti!

3245nikung-metic---endro-.jpgSebelum ngomongin matik yuk kita obrolin karakter jalanan aspal dan beton. Beda, Bro! Aspal lebih fleksibel dan berpori-pori banyak hingga dirasakan lebih menggigit ban. Beda sama beton yang lebih rigid alias kaku dan terkadang suka beralur vertikal dan horisontal. Alur ini cukup berbahaya karena bisa mengganggu handling.

”Aspal beton kondisi baru sebenarnya lebih menggigit ketimbang aspal lho. Tapi perlu diwaspadai, lama-kelamaan ada warna hitam di beton itu, itu adalah ban yang tergerus. Jika dilindas sangat licin,” buka H. Sugiyanto, pemilik Pro-Shop Surabaya Motor juga bengkel Honda AHASS Bandung. Doi ini senior di dunia bikers dan aktif di dunia road race nasional.

Kompon ban yang melekat di jalan akan membuat gesekan antara ban dengan aspal makin rendah, sehingga butuh pengereman yang tidak terburu-buru. “Paling tidak jika melintas di wilayah beton ini harus punya gambaran pengereman tidak sama dengan aspal,” jelasnya.

Di motor matik ini lebih riskan lagi. Selain diameter ban lebih kecil ketimbang motor laki dan bebek, matik tak bisa mengatur rpm seperti halnya motor manual dan semi otomatis. ”Harus kita luruskan pengertian matik di motor. Lain dengan mobil yang tetap bisa mengatur rpm. Kalau di motor penggerak CVT terus berkesinambungan tanpa bisa mengatur rpm terutama saat mau menghadapi tikungan,” jelas Yanto.

Makanya kita wajib waspada. Saat menghadapi tikungan terutama di jalan beton, perhatikan apakah ada warna hitam di sana? Jika ada, wajib ekstrawaspada pasalnya licin. Wajib melepas gas lebih awal ketimbang motor manual atau semi otomatis. Late breaking seperti pembalap harus dihindari dan harus tahu betul riding position ideal.

”Karena nggak bisa mengatur rpm, teknologi combi brake system mampu mendistribusikan pengereman depan-belakang sangat membantu. Bukan promosi lho,” kekeh pak Haji ini. Siap!

RIDING POSITION

Dengar kata Hendriansyah sang dewa road race. Buatnya riding position berhubungan langsung dengan daya refleks. ”Makanya kita harus benar, fleksibel dan sigap,” jelasnya. Bagi para ahli, riding position ala pembalap memang direkomendasikan demi keamanan karena dianggap sangat baik di sisi elmu antropometri (human dimension), Bio-Mechanic (ilmu tentang gerak tubuh), fisiologi (faal, psikologi dan penginderaan). Posisinya menghasilkan kewaspadaan tinggi dan aman bermanuver.

Ahmad Jayadi, pembalap nasional lain memberi input. “Hindari motor out. Misal mau belok kanan, ambil posisi paling kiri begitu juga sebaliknya. Dalam kondisi di jalan raya ini sekaligus menghindari tabrakan dari depan dan jangan kelewat rebah. Gantung juga gas saat nikung supaya tetap menggigit,” jelasnya lagi.